Wahai Para Selebgram, Jangan Racuni Kami dengan Produk Pemutih Melulu

SAVANA- Bisnis online sudah menjamur di dunia maya, bahkan begitu berdesak-desakan. Strateginya juga bermacam-macam. Jika zaman dulu pedagang pasar menggunakan dukun untuk melariskan dagangannya, kini di dunia maya dukun itu menjelma selebgram. Ya, salah satu jalan ampuh agar dagangan para pebisnis laku keras adalah dengan endorsement dengan para selebritas instagram.

Sering kita lihat, banyak selebritas instagram yang berkat sinarnya, dia jadi kebanjiran jasa mengiklankan produk. Pengikutnya beratus-ratus ribu bahkan berjuta-juta, pada tunduk semua lagi. Saya takut kalau nanti ada yang menyaingi kepopuleran Syahrini; aktris kaya raya yang dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Story instagramnya sudah bak biji buah naga yang berjajar rapi. Feed instagramnya, tentu seumpama kumpulan permata yang berkilauan. Siapa, sih, yang tidak suka potret wanita cantik atau pria tampan dengan style yang katanya ‘kekinian’? Enak dipandang mata. Pokoknya, lekat dengan predikat memesona deh.

Kami; pengguna instagram yang hanya bagaikan remah-remah roti roma kelapa yang dijual murah di toko-toko dekat rumah, bagi mereka, kami begitu mudah dibodohi. Kami hanya sekumpulan umat dungu yang gampang percaya pada apa yang mereka sarankan.

Kadang-kadang endorse produk pemutih badan, sesekali jadi tester obat peramping pinggang, akhir-akhir ini merekomendasikan ramuan herbal peninggi badan, sering juga jadi model pakaian-pakaian kekinian.

“Halo semua. Ini dia rahasia produk yang bikin aku putih dan cerah. Kalian juga harus coba biar sama kayak aku.”

“Aku lagi pakai baju dari … nih. Yuk, kalian beli juga biar kita samaan.”

Kata-katanya persuasif, membuat banyak orang keracunan. Akibatnya, banyak dari pengikutnya yang ingin mencoba. Berkiblat kepadanya. Ya, kapan lagi sih bisa secantik atau setampan influencer itu kalau tidak mengikuti formulanya? Ini merupakan bocoran resep untuk kita, orang-orang awam untuk jadi cantik dan ganteng pula, seperti mereka.

Sebagian besar followers-nya terpengaruh. Ikut-ikutan beli apa pun yang dianjurkan oleh si selebgram. Siapa sih yang tidak tertarik hatinya? Apalagi yang menganjurkan adalah si dedengkotnya sendiri. Bayang-bayang menjadi pujaan banyak orang seperti si influencer, begitu menyenangkan.

Namun setelah satu bulan, tidak ada tuh keajaiban. Akhirnya banyak yang protes, tapi tidak mendapat tanggapan.

Tidak masalah. Walaupun warganet tidak mendapat klarifikasi apa pun, yang setia tetap lah setia. Pengikutnya adalah orang-orang baik hati yang mudah memaafkan sekaligus melupakan kesalahan. Kalau kata mereka, “Wajar lah, namanya juga manusia.”

Tidak hanya sekadar produk kecantikan atau outfit bermerek, tapi banyak juga selebgram yang mengiklankan berbagai aplikasi dan MLM yang katanya bisa….. yap! menggandakan uangmu hingga berkali-kali lipat! Jadi kaya raya! Dijamin aman, begitu kata mereka. Padahal logika anak kecil pun akan paham bahwa produk yang mereka iklankan itu sarat akan penipuan.

Ya, mana bisa kamu percaya dengan hal-hal semacam pin konveksi bahkan situs judi? Mengetahui bahwa hal ini akan menjadi kontroversi, beberapa selebgram bahkan menutup kolom komentarnya saat mengiklankan hal tersebut. Hmmm, masih mengira kalau Kanjeng Dimas tak punya pengikut?

Ketika waktu berlalu, ternyata mereka-mereka merasa ditipu. Bukannya jadi kaya, tapi malah makin ngaco saja. Pas protes ke selebgram, eh malah bilang “Saya kan tugasnya cuma mengiklankan barang karena sudah dibayar. Masalah penipuan atau tidak, ya bukan urusan saya dong. Komplain langsung saja ke yang bersangkutan saja lah ya.”

Apa sih definisi dari ‘bersangkutan’? Bukankah subjek dari ‘yang bersangkutan’ juga salah satunya si selebgram? Apa tidak ada perjanjian yang jelas terkait pertanggung jawaban produk yang diiklankan? Kok main lempar tangan saja?

Mungkin beberapa di antara kamu sudah terlalu muak dengan para influencer instagram yang suka nyepam sesuatu yang tidak mengandung kefaedahan atau malah sarat penipuan. Sambil bertanya-tanya, “apa endorsement hanya perihal ‘take and give’ (setelah dapat uang, lalu diposting) saja? Tapi kenyataannya memang begitu. Menyebalkan.

Lantas, bagaimana sih caranya jadi promotor alias pengiklan yang tidak menjengkelkan?

  1. Jadilah sebisa mungkin untuk jujur
    Iya iya, saya tahu, menjadi promotor yang jujur itu sulit bahkan tidak mungkin. Pengiklan mana sih yang 100% jujur sama produk yang diiklankan? Mungkin tidak ada. Atau ada, tapi hanya beberapa saja.

Seperti saat mengiklankan obat pelangsing, misalnya. Siapa yang tidak tahu kalau si selebgram sudah langsing sejak dari rahim ibunya? Kalau dosa kecil yang terdeteksi semacam ini sih, masih bisa dimaklumi. Seperti kata para pengikutnya, “Wajar lah ya, namanya juga manusia.”

Lalu, bagaimana kalau ternyata produk yang diiklankan berkedok penipuan? Jawabannya ada di nomor dua:

  1. Buatlah perjanjian alias kesepakatan yang jelas dan tidak merugikan pihak mana pun.
    Sebagai selebritas media sosial, kamu perlu menjaga nama baikmu. Seberapa banyak pun bayarannya, kalau itu berisiko buruk terhadap dirimu, maka jangan sekali-sekali mencoba untuk menerima. Kamu perlu menjaga citra dirimu di depan pengikutmu.
    Nah, ketimbang membuat kecewa dengan kebohongan atau tipuan yang merugikan followers-mu, lebih baik buatlah perjanjian yang tidak memiliki dampak negatif kepada siapa pun terutama pengagummu.
  2. Jadilah tukang curiga terhadap online shop yang ingin menggunakan jasamu

Daripada sangat percaya pada semua orang, lebih baik pasang rasa curiga dari awal sebagai benteng. Kamu perlu mencurigai mereka-mereka yang ingin menggunakan jasa endorse darimu. Agar, ya, rasa curiga akan membawamu pada rasa ingin tahu lebih dalam. Dengan begitu, kamu sudah antisipasi terhadap mereka. Jangan sampai, alih-alih ingin menipu followers-mu, tapi ternyata si seller juga ingin menipumu. So, berhati-hatilah.

Untuk kalian, para selebram, pengikut kalian tidak sedikit. Pengaruh kalian pun sangat besar. Itu artinya, kalian harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap konten yang ingin kalian sebarkan. Jadilah selebritas yang baik dan tidak menyebalkan.

Tuliskan Komentarmu !