Sepak Bola dan Bulan Ramadan

Ilustrasi: Rizki Agustian (Savana Post)

SAVANA- Dalam pertandingan sepak bola, selalu ada dua klub yang memperebutkan kemenangan. Lazimnya juga, ada perseteruan abadi; seperti pertandingan Barcelona melawan Real Madrid misalnya kalau di Spanyol, pertandingan Manchester United melawan Liverpool kalau di Inggris, pertandingan Persib melawan Persija kalau di Indonesia. Biasanya lagi, ada dua tipikal permainan yang diperagakan: kalau tidak menyerang, ya pasti bertahan.

Setiap klub berambisi untuk menang, namun nyatanya hanya ada satu pemenang. Maka dalam setiap pertandingan, kekalahan adalah kemungkinan. Agar kemungkinan menangnya lebih besar, maka setiap klub biasanya mempelajari permainan lawannya terlebih dahulu, sebelum menyusun taktik dan strategi yang akan diperagakan dalam pertandingan.

Setiap manusia, tentu berambisi untuk menjadi pemenang; dalam hal apapun, termasuk saat para “Mblo” memperebutkan Dede Gemes. Dan manusia mempunyai lawan abadi; dengan pertarungan-pertarungan yang tak kalah sengitnya, yaitu pertarungan melawan iblis –kadang iblis itu menjelma jadi diri sendiri.

Kadang kala, manusia menyerang, sedang iblis bertahan; kadang kala pula juga iblis yang menyerang, manusia yang bertahan. Saat awal bulan ramadan, manusia yang sering melakukan penyerangan-penyerangan terhadap iblis, dan iblis melakukan pertahanan.

Biasanya, klub yang sering melakukan penyerangan, dekat dengan kemenangan. “Mblo” yang paling gesit mendeketi Dede Gemes, dekat dengan peminangan. Namun manusia juga jangan sampai lupa, kalau yang bertahan, mampu melakukan serangan balik yang mematikan, dan akhirnya bisa saja manusia yang bakal menerima kekalahan. “Mblo” tetap saja menjadi “Mblo”.

Karena sekarang manusia sedang bertarung melawan iblis, maka ada baiknya kita mengamati sejarah pertarungan antara manusia melawan iblis, lalu diakhiri dengan taktik apa yang harus dilakukan manusia saat berhadapan dengannya; supaya nggak seperti Inggris saat melawan Rusia tahun kemarin, yang suka melakukan penyerangan, tapi eh akhirnya imbang juga.

Tipikal yang pertama, saat iblis enggan sujud kepada Nabi Adam a.s, alasannya karena iblis merasa lebih tinggi derajatnya; merasa sok karena terbuat dari api, sedang Nabi Adam a.s terbuat dari tanah. Intinya, iblis menilai segala sesuatu itu hanya dari unsur materinya saja. Kesombongan muncul akibat penilaiannya yang hanya mendasarkan segala sesuatu pada materi. Paling tidak, itu yang terpapar dalam wahyu Tuhan.

Tipikal yang kedua, saat iblis digelincirkan oleh Tuhan, ia mencari-cari alasan; melakukan pembenaran, hingga iblis diberi kesempatan untuk menggoda Nabi Adam a.s. Iblis siap melakukan segala cara supaya tujuannya tercapai. Iblis pun berhasil, Nabi Adam a.s diusir dari surga.

Kalau menilik cerita tadi, maka karakteristik permainan iblis adalah perhitungannya hanya berdasarkan materi, tak mau disalahkan, dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Manusia harus tau supaya agar bisa berjaga.

Dari sejarah pertandingan tadi pun, pertarungan manusia melawan iblis adalah seri. Manusia sempat mengalami kemenangan, manusia pun sempat mengalami kekalahan.

Yang membedakan antara iblis dan manusia, yaitu dalam menginsafi kesalahan. Iblis melakukan kesalahan, ia ditegur oleh Tuhan; tapi tetap saja iblis membangkan. Tapi saat Nabi Adam a.s melakukan kesalahan, ia ditegur oleh Tuhan, dan Nabi Adam a.s pun menginsafinya. Nabi Adam a.s mengakui kesalahannya, ia pun bertobat saat di dunia.

Maka yang perlu dilakukan manusia sekarang, adalah bersimpuh di hadapan Tuhan. Akui segala kesalahan. Bersimpuh pula di hadapan manusia lain, akui juga segala kesalahan; karena kesalahan manusia bukan semata pada Tuhannya, tapi juga pada manusia lain.

Tentu, pertandingan manusia melawan iblis, hanya pribadi-pribadi manusia yang bakal tentukan hasil akhirnya. Di hadapan Tuhan, pemenang bukan dia yang arogan, bukan dia yang merasa paling benar; tapi ia yang mampu bersimpuh di hadapan Tuhan, juga bersimpuh di hadapan manusia lain; mengakui kesalahan.

Selama manusia punya keluasan hati untuk meminta maaf dan memaafkan orang-orang sekitar, besar kemungkinan ia akan mencapai kemenangan di bulan ramadan ini. Semoga kita menjadi salah satu di antaranya.

Lalu, negara mana yang menjadi jagoanmu di Piala Dunia nanti?

Tuliskan Komentarmu !