Perpustakaan Itu Tidak Penting!

perpus jalanan

SAVANA- Apa yang lebih “keren” dari quote seorang Margaret Fuller yang mengatakan Today a reader, tomorrow a leader (Hari ini seorang pembaca, besok seorang pemimpin)? Sebuah kutipan yang mendorong seorang literat (orang terpelajar) untuk terus berliterasi karena realitasnya banyak kita temui sosok pahlawan tanpa tanda jasa dan jarang ditemui seorang pemimpin yang jauh dari tanda baca.

Adolf Hitler menghabiskan 8 jam waktunya untuk membaca atau satu buku dalam satu hari, bahkan seperti yang dilansir Desfortin, masyarakat Amerika mampu melahap 11 sampai 20 buku dalam satu tahun. Sedang di Indonesia, terkhusus di Kabupaten Bandung Barat?

Terindikasi dari kurang optimalnya sarana baca atau bahkan tidak adanya fasilitas perpustakaan yang dikelola secara serius, ditambah lagi sedikitnya permintaan dari kalangan muda atas pengadaan fasilitas tersebut, mungkin membuat frame sarana baca bukan lagi suatu hal yang urgent atau yang harus didahulukan.

Terlepas dari perlu tidaknya masyarakat terhadap perpustakaan, masyarakat memiliki hak dan pemerintah secara konstitusional memiliki kewajiban untuk membangun sarana ini seperti yang tertulis jelas dalam UU No. 43 Tahun 2007 Bab II Pasal 5, sebagai berikut :

  1. Masyarakat mempunyai hak yang sama untuk:
    a. Memperoleh layanan serta memanfaatkan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan.
    b. Mengusulkan keanggotaan Dewan Perpustakaan.
    c. Mendirikan dan/atau menyelenggarakan perpustakaan.
    d. Berperan serta dalam pengawasan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan perpustakaan.

Atau lebih tegas lagi dalam pasal 7.

  1. Pemerintah berkewajiban:
    a. Mengembangkan sistem nasional perpustakaan sebagai upaya mendukung sistem pendidikan nasional.
    b. Menjamin kelangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar masyarakat.
    c. Menjamin ketersediaan layanan perpustakaan secara merata di tanah air.
    d. Menjamin ketersediaan keragaman koleksi perpustakaan melalui terjemahan (translasi), alih aksara (transliterasi), alih suara ke tulisan (transkripsi), dan alih media (transmedia).
    e. Menggalakkan promosi gemar membaca dan memanfaatkan perpustakaan.
    f. Meningkatan kualitas dan kuantitas koleksi perpustakaan.
    g. Membina dan mengembangkan kompetensi, profesionalitas pustakawan, dan tenaga teknis perpustakaan.
    h. Mengembangkan Perpustakaan Nasional. Dan
    i. Memberikan penghargaan kepada setiap orang yang menyimpan, merawat, dan melestarikan naskah kuno.

Jelas Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini memiliki peran strategis dalam upaya pembangunan masyarakat, salah satunya dengan penyediaan sarana baca. Sekali lagi, bukan tentang diminta tidaknya atau perlu tidaknya sebuah perpustakaan, namun ini sudah menjadi sarana publik yang harus dioptimalkan.

Kata Rumi, “Bukan taat yang membuatmu sholat, tapi melalui sholat seseorang bisa menjadi pribadi yang taat”. Esensinya sama dengan: “Bukan hobi membaca yang membuat perpustakaan itu ada, tapi melalui perpustakaan seseorang bisa menjadi penggemar baca”.

Serta bukan lagi menjadi sebuah tafsiran yang dilarang jika penulis menganggap fenomena memilukan kalangan muda di Indonesia, khusunya di Bandung Barat, yang cenderung hedonis. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya tongkrongan pelajar di jam sekolah atau mulai merabahnya tempat-tempat hiburan dan tongkrongan, disebabkan karena belum terbangunnya jiwa dan emosi untuk membangun daerahnya sendiri. Sehingga ada sesuatu yang jomplang atau jauhnya kedekatan personal antara pemerintah dengan pelajar tersebut yang membuat mereka merasa tidak diperhatikan dan tidak diberikan pelayanan.

Mungkin akan berbeda jika sarana baca sudah dibangun di lokasi-lokasi strategis dan dibentuk diskursus-diskursus yang membuat mereka penasaran dan tertarik. Setidaknya sisa-sisa waktu kosong mereka tidak lagi digunakan untuk kencan di taman, tapi kencan di perpustakaan yang dirasa lebih romatic dan menghasilkan pola pikir yang artistic.

*) Ditulis di Perpus Jalanan Bandung Barat, 18 Agustus 2018.

Tuliskan Komentarmu !