O: Seni Mencintai

o eka kurniawan

SAVANA- “Saya selalu senang dengan orang-orang yang jatuh cinta. Mereka bisa melakukan nyaris apa saja, didorong oleh ketololan dan harapan.” tulis Eka Kurniawan di halaman blog pribadinya. Sepertinya karena ungkapan itu pula, ia menulis novel O.

O merupakan monyet betina yang manis, ramah, dan tentu saja disukai banyak monyet jantan. Namun O memilih untuk mencintai Entang Kosasih, seekor monyet jantan sinting yang mempunyai impian ingin menjadi manusia.

Dengan penuh kesabaran, O meladeni cita-cita Entang Kosasih. Ia selalu mendukung bagaimana pun gilanya Entang Kosasih pada impiannya itu.

Memang ada semacam mitos atau cerita turun temurun dari nenek moyangnya, bahwa bisa saja seekor monyet berreingkarnasi menjadi manusia, namun sepanjang sejarah mereka, belum ada yang dapat membuktikannya.

Dari cerita nenek moyangnya, kalau seekor monyet ingin menjadi manusia, mereka harus belajar berlagak seperti manusia. Entang Kosasih mulai memerhatikan tingkah laku manusia dengan seksama, bahkan sempat ia kepikiran untuk menyeberang jalan tol dan bergaul secara langsung dengan manusia: menjadi topeng monyet. Namun niatnya itu ia urungkan, melihat kenyataan bahwa banyak monyet yang akhirnya mati konyol tertabrak toronton atau bus.

Hingga datang satu kesempatan ia dapat mencuri sebuah pistol dari seorang polisi, dan mulai memainkannya. Ia mulai berlagak seperti koboi-koboi dalam film Barat, dan membuat pemiliknya panik setengah mati.

***

O yang akhrinya harus menanggung derita itu. Demi cintanya pada Entang Kosasih, ia berhasil menyeberang jalan tol dan menjadi pemain topeng monyet. Ia mulai belajar bagaimana manusia bercermin, mengayuh sepeda, naik jajangkungan, bahkan hingga salat. O meniru tingkah manusia dengan harapan: suatu saat ia akan menjadi manusia sugguhan, dan menikah dengan Entang Kosasih, kekasihnya yang konon sudah berreingkarnasi menjadi manusia.

Petualang O dalam mengarungi hidup sebagai topeng monyet mendapat banyak cobaan. Ia punya majikan berandalan dan jarang memberinya makan. O, sebagai monyet yang penuh dengan kasih sayang dan sedikit tolol karena sudah jatuh cinta sedemikian rumitnya, memandang semua kejadian itu sebagai hal yang menakjubkan. Ia seperti anak kecil yang dibawa ke negeri dongeng dan disuguhkan berbagai pertunjukkan ‘tingkah’ manusia.

Berkat petualangan itu, mengantarkan O bersahabat baik dengan Kirik, anjing kecil yang penuh dengan borok. Kirik merupakan anjing yang ‘merdeka’, yang tak punya majikan dan tentu tak bakal dapat makan kalau tak mengaisnya dari tempat-tempat sampah, atau kalau pikirannya sedang liar, ia mencuri makanan dari hewan lain, atau bahkan dari manusia.

Saat O melihat poster Kaisar Dangdut, O mulai merasa kalau dialah Entang Kosasih, kekasihnya yang membuat O jadi ikut-ikutan tolol. O pun mulai bersikap mau bertemu dengan Kaisar Dangdut itu.

Jamilah lah, seorang banci yang suka mangkal di lampu merah, yang mempertemukan O dengan Kaisar Dangdut. Waktu itu majikan O, Betalumur, sedang menghilang. Tentu hanya O dan Jamilah yang resah, sedang yang lainnya tak peduli, bahkan jika mati pun tak akan dicari.

Sewaktu kecil, Betalumur sudah bergabung dengan kawanan perampok. Ia keluar sekolah karena menganggap, “Sekolah membuatku merasa menjadi tai. Teronggok di meja berjam-jam sampai lembek dan bau.” Namun ada satu kejadian yang membuat ia insaf dari tukang begal, yakni karena cinta.

Ia mencintai seorang gadis yang baik, dan tentu untuk menarik simpatinya, Betalumur pun harus berlaku baik. Namun cinta kadang tak menemui jalan, hingga Betalumur pun sering melamun sendirian. Barangkali monyet yang dapat menghiburnya, hingga ia mengajari monyet-monyet itu untuk bertingkah seperti manusia baik; bercermin, naik sepeda, atau salat. Ia tontonkan pertunjukkan itu di lampu merah hingga di perkampungan kota.

Setelah Kaisar Dangdut tahu bahwa yang ingin menemuinya adalah seorang banci dan seekor monyet, ia tersentak. Namun karena janji kadung sudah dibuat, Kaisar Dangdut pun menemui mereka. O dielus-elus oleh Kaisar Dangdut itu, dan ia semakin yakin kalau ia adalah Entang Kosasih yang sudah menjelma Kaisar Dangdut. Ingin sekali O mengatakan itu, namun bagaimana caranya?

O si Monyet betina meninggal karena dicakar anjing galak, tapi, kemudian muncullah O gadis cantik yang aduhai.

Baca Juga: Mau Bertahan, atau Binasa Perlahan?

Tuliskan Komentarmu !