Negeri Mandraguna dengan Semboyan ‘Kerjanya’

negeri mandraguna
Ilustrasi: Rizki Agustian (Savana Post)

SAVANA- 2018, tahun yang masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun di mana setiap orang semakin susah mencari pekerjaan bergengsi. Ratusan, ribuan bahkan mungkin jutaan pengangguran yang berlabel sarjana atau yang lainnya saling berkompetisi demi sebuah impian hidup lebih manusiawi untuk masa depan. Sekarang, setiap lulusan dari sekolah biasa hingga sekolah bergengsi, saling tikung menikung dalam urusan sederhana: mencari pekerjaan.

Kompetisi terus berlanjut dalam kehidupan dewasa, diwarnai dengan berbagai macam cerita. Ada yang ikhlas dengan pekerjaan yang dia dapat meski hanya bisa hidup pas-pasan, ada yang beruntung dengan pekerjaan yang membuatnya bisa hidup lebih baik. Dan tak sedikit pula yang menjadi “bajingan” demi mendapatkan pekerjaan bergengsi.

“Ah, hidup memang rumit”, begitulah kira-kira yang di rasakan netizen (atau saya khusunya) saat ini, hingga kami sibuk dan asyik hidup dalam dunia maya. Negeri Nusantara kita (bukan Islam Nusantara, ya!) ini memiliki semboyan suci: Bhineka Tunggal Ika. Selain perbedaan dalam suku, agama, etnis, bahasa dan budaya, negeri mandraguna ini juga menyajikan jenis-jenis pekerjaan yang super kreatif dengan gaji yang menjanjikan.

Misalnya saja, salah satu bisnis yang super menguntungkan adalah membuat WC umum. Hampir di setiap fasilitas publik pasti ada WC umum, dan di setiap WC umum ada saja penunggunya yang bersedia duduk menjaga dan bertahan dalam bau pesing dan bau-bau yang tidak dianjurkan bagi anak di bawah umur.

Namun, di sanalah keuntungan besar datang. Bayangkan saja wahai manusia pengangguran, setiap yang ingin kencing harus menyiapkan dana sebesar Rp. 2000, buang air besar Rp. 3000, mandi 5000. Nah, nah, jika setiap hari ada yang kencing 100 orang saja coba hitung. Oke, saya akan mencoba menghitungkan untukmu wahai manusia malas, dan ini hitungan yang paling kecil: 100xRp.2000 = Rp.200.000 x 30 hari= Rp. 6.000.000.

Lihat wahai manusia pengangguran, penghasilan penjaga WC saja sudah melebihi gaji Guru PNS yang harus mengabdi selama 10 tahun! Siapa yang mau memasukan lamaran sebagai penjaga WC? Ada yang berminat? Ayolah, bukan kah ini lebih besar dari kerja di pabrik? Kita pun bisa mulai kerja jam berapa pun dan bisa pulang kapan pun.

Tapi tenanglah jika tidak berminat menjadi penjaga WC umum, ada konglomerat yang berhati baik siap menampung semua lulusan dari semua tingkatan. Ya, konglomerat ini sangat baik, tidak memandang ijasah sebagai batasan bekerja. Bahkan usia pun tidak menjadi batasan asal sudah 18 tahun ke atas tentunya. Kapan pun bisa bekerja dan kapan pun bisa istirahat, yaitu Ojek Online.

Menjadi supir Ojek Online adalah pilihan yang paling rasional di masa simalakama seperti saat ini. Atau silahkan saja isi dan bayangkan sesuai keinginan masing-masing. Kita sudah pusing dengan istilah: “Kerja, kerja, kerja”. Situ enak kerjanya ada yang gaji besar, tapi “kerja, kerja, kerja” nya pengangguran?

Itu baru urusan untuk mencari pekerjaan di Negeri Mandraguna ini, belum lagi masalah mencari pasangan, belum lagi pertanyaan: “kapan ini, kapan itu, kapan-kapan lain saja pokoknya”. Mencari pasangan ini susahnya juga tidak bisa dianggap sepele; telat dikit, ditikung. Lengkap lah sudah; pekerjaan belum dapat, gebetan dinikahi teman. 2018 masih sama, tetap dalam pendirian: nyebar surat lamaran dan berdoa biar dapat kerja dan pasangan.

Tetap bersabar dalam ikhtiar, ya Mblo! Kalau gak gini kan gak menantang.

Tuliskan Komentarmu !