Mengembalikan Kewarasan Setelah Hati Tergoncang

SAVANA- Akan ada kondisi dimana kita memang betul-betul seperti bukan diri kita yang utuh, yang sebenarnya. Kondisi dimana kita bersikap di luar kontrol. Mungkin karena kita terjerumus melakukan kesalahan dan kekhilafan. Rasa bersalah yang telalu besar itu menggoncangkan kemampuan controling diri kita.

Ada dorongan untuk lari dari kenyataan. Ada dorongan untuk menutupi kesalahan diri dengan berbuat kebohongan. Ada dorongan diri kita melakukan kamuflase atau kepura-puraan.

Atau juga kondisi dimana kita menjadi sangat cemas dan ingin terus menyendiri. Tapi semua itu masih tak seberapa. Ada hal yang lebih berbahaya, yakni, ketika kita kehilangan kewarasan: hilangnya kesadaran bahwa arah hidup masih bisa diubah selama kita hidup; hilangnya kontrol bahwa syahwat yang ada di dalam jiwa masih bisa dikendalikan.

Janganlah berlama-lama dalam kondisi demikian. Hal yang harus dilakukan adalah mengembalikan kewarasan kita sebagai manusia.

Sadari, karena kita memang lemah untuk menolak takdir bahwa kita tidaklah sempurna, selalu saja ada kesalahan dan kekhilafan yang dikerjakan, siapa pun itu.

Allah s.w.t membuat mekanisme tersebut tujuannya ada dua. Pertama, agar kita tak pernah merasa suci untuk selamanya. Kedua, agar kita belajar dan meningkatlah keimanan kita kepada Allah s.w.t.

Untuk mengembalikan kewarasan ada berbagai hal, salah satu diantaranya dengan berdamai dengan kondisi kita sendiri. Terimalah kenyataan yang terjadi. Stop ide-ide dan prasangka buruk yang diprovokasikan setan di pikiran kita. Putuslah kecemasan yang sedang menyelimuti hati dengan menghadirkan ketenangan.

Ketenangan yang terbaik hanya datang dari Allah s.w.t. Berwudhulah. Terkoneksilah dengan Allah sesegera mungkin. Akui kesalah dan dosamu di hadapan Allah. Minta ampunannya. Lakukan sesegera mungkin amal shaleh. Misalnya: bershadaqah, shalat di masjid, memberi pertolongan untuk oranglain, dan lain-lain.

Apa yang terjadi saat kita bisa keluar dari kegilaan perasaan dan pikiran? Kalau kita berhasil mengembalikan kewarasaan disaat kondisi seperti itu, yang terjadi kemudian adalah munculnya kelembutan dan kebijaksanaan dalam diri kita. Semoga saja.

Tuliskan Komentarmu !