Majelis Ilmu sebagai Surga Dunia

majelis ilmu sebagai surga dunia
Sumber gambar: limawaktu.id

SAVANA- Pagi itu, matahari mulai merangkak mencumbui bumi. Ayam berokok riang menggairahkan. Rabu nan cerah, saya dan adik kelas saya bergegas melangkahkan kaki untuk menghadiri sebuah kajian di mesjid Al-Multazam. Tema kajian saat itu adalah tentang “Keutamaan Majelis Ilmu”.

Saat sang moderator mempersilahkan Ustadz Hary Badar bin Marwan, al-ustadz cekatan memanjatkan puji syukur pada Allah dan shalawat pada baginda Nabi s.a.w. Sesaat setelah itu, al-ustadz melontarkan sebuah pertanyaan kepada para mustami, “Tahu kah kalian apakah taman surga itu?” Seketika ruangan senyap tanpa suara, seluruh mustami termenung.

Taman surga. Apa yang terlintas dalam pikiranmu saat mendengar kata taman surga? Pertama kali saya mendengar kata ini, jujur refleks pikiran membayangkan wujud taman hijau nan rindang, berbuah banyak nan segar dan di bawahnya terdapat dipan-dipan dari permata dan berlian. Begitulah yang saya tahu, sebab pernah membaca terjemah Al-Qur’an yang menyampaikan hal tersebut.

Tentunya, orang-orang yang duduk di atas dipan-dipan itu tiada lain adalah orang-orang yang beriman, orang-orang pilihan yang diridhai Allah untuk masuk ke dalam surga-Nya.

Beberapa menit kemudian, al-ustadz menyampaikan bahwa taman surga itu adalah halaqah dzikir, atau bisa disebut juga majelis ilmu. Ternyata oh ternyata, taman surga yang dimaksud bukanlah taman surga yang ada di akhirat. Tetapi taman surga yang berada di dunia, yaitu halaqah dzikir.

“Apabila kalian berjalan melewati taman-taman surga, perbanyaklah berdzikir”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan taman-taman surga itu?” Rasulullah menjawab: “Yaitu halaqah-halaqah dzikir.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).

Taman surga adalah halaqah dzikir. Halaqah dzikir di sini bukan berarti perkumpulan yang biasa membaca dzikir sebanyak ratusan kali, misalnya membaca tahlil seratus kali, tahmid seratus kali. Tapi majelis dzikir di sini ialah majelis atau suatu tempat dimana di sana diterangkan tentang ilmu agama, tentang yang halal dan yang haram dalam agama. Majelis dimana Allah dan Rasul-Nya banyak disebut dan orang-orang yang hadir di sana adalah ahli ilmu, orang-orang yang berkeinginan untuk belajar ilmu agama.

Kita telah tahu bahwa Islam begitu tinggi menjunjung seorang penuntut ilmu (ahli ilmu). Seorang penuntut ilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah, seorang penuntut ilmu akan dipermudah menuju jalan ke surga. Keutamaan lainnya adalah seorang penuntut ilmu akan dicari malaikat dan dipuji Allah.

Dalam hadist riwayat Muslim, yang diterima dari sahabat Abu Hurairah r.a, Nabi s.a.w bersabda: Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berjalan-jalan mencari majelis dzikir atau majelis ilmu. Apabila mereka mendapati majelis dzikir, malaikat duduk bersama mereka dan membentangkan sayap-sayap mereka sehingga memenuhi langit dunia. Apabila orang-orang yang berdzikir tadi selesai, mereka berpencar dan naik ke langit. Saat itu Allah bertanya kepada malaikat- padahal Dia Lebih Mengetahui:

Allah: Dari mana kalian datang?

Malaikat: Kami datang dari hamba-hamba-Mu yang ada di bumi.

Allah: Apa yang mereka lakukan?

Malaikat: Mereka selalu bertasbih, bertakbir, bertahlil, dan bertahmid kepada-Mu.

Allah: Apa yang mereka minta pada-Ku?

Malaikat: Mereka meminta surga-Mu.

Allah: Apakah mereka telah melihat surga?

Malaikat: Belum.

Allah: Bagaimana kalau mereka melihat surga?

Malaikat: Kalau mereka melihat syurga, maka mereka akan bersemangat sekali meminta sehingga terlihat dan sangat bercita-cita dan mereka meminta perlindungan kepada-Mu.

Allah: Dari apa mereka meminta perlindungan kepada-Ku?

Malaikat: Dari neraka-Mu.

Allah: Sudah kah mereka melihat neraka?

Malaikat: Belum.

Allah: Bagaimana jika mereka melihat neraka?

Malaikat: Maka mereka akan lebih lari dari neraka, lebih takut dari neraka dan mereka akan beristighfar kepada-Mu.

Allah: Sungguh aku akan mengampuni, memberi yang mereka minta dan melindungi mereka.

Malaikat: Di antara mereka ada seseorag yang penuh dengan dosa dan kesalahan, ia tidak sengaja lewat dan duduk dengan mereka?

Allah: Bagi dia, aku pun mengampuni. Mereka adalah kaum yang tidak akan mencelakakan  mereka (ahli ilmu).

***

Betapa indahnya keutamaan para penuntut ilmu, sampai-sampai mereka dibicarakan oleh Allah s.w.t dan para malaikat. Mereka pun dicari-cari malaikat, sehingga saat di majelis, malaikat membentangkan sayap-sayapnya sebagai tanda penghormatan dan perlindungan.

Betapa indahnya keutamaan tersebut, bahkan secara tidak langsung  dapat disimpulkan bahwa jika kita hadir dalam majelis, berarti kita tengah meminta surga-Nya, meminta dijauhkan dari neraka-Nya dan meminta diampuni dari segala dosa. Padahal belum tentu bagi kita yang biasa menghadiri kajian di majelis memiliki niat berlian seperti itu. Kadang kala kita hanya memiliki kesadaran demi untuk menambah ilmu dan keimanan, dan tak lebih dari itu. Wallahu a’lam.

Baca Juga: Kurban dalam Kacamata Sosial

Tuliskan Komentarmu !