Indigo dalam Pandangan Islam

SAVANA- Anak Indigo atau anak dengan Extra Sensory Perception (ESP), menimbulkan kemampuan lebih dalam mempersepsi hal-hal yang ada di sekitarnya. Hal tersebut yang membuat anak indigo konon seolah-olah dapat melihat sesuatu yang tak terlihat (ghaib), meramal hingga seakan bisa melihat masa depan.

Misalnya ketika seorang indigo mengatakan bahwa hujan akan turun, dan berselang beberapa saat hujan benar-benar turun; padahal itu sebenarnya karena ia memiliki kepekaan tinggi terhadap kelembapan udara, tiupan angin, dan sebagainya, bukan karena kemampuan istimewa.

ESP mengacu pada kemampuan mengirim dan menerima info tanpa menggunakan panca indera. Hal tersebut di masyarakat mungkin dikenal dengan istilah indera ke enam, seperti membaca pikiran atau perasaan yang pada dasarnya menangkap gelombang informasi. Meski pun sebetulnya semua orang bisa punya kemampuan itu, hanya ada yang diasah, ada yang tidak.

Sebagian psikolog berpendapat, kemampuan perseptual anak indigo memungkinkan mereka lebih peka terhadap makhluk atau hal-hal yang tidak tertangkap oleh mata biasa. Istilah indigo ini muncul Tahun 80-an, hingga saat ini masih tergolong pseudo science, konsepnya belum diterima secara umum.

Bagaimana Islam memandang fenomena anak indigo?

Dalam memandang suatu fenomena, setiap muslim wajib berpedoman kepada Al-Quran dan hadits shohih. Pertama, Al-Quran dan hadits adalah kebenaran mutlak. Kedua, ilmu pengetahuan dan sains selalu membuktikan kebenaran Al-Quran tersebut.

Disebutkan dalam Al-Quran bahwa pada prinsipnya tak ada manusia atau makhluk lainnya (jin) yang bisa mengakses apalagi mengetahui secara detail tentang hal-hal atau perkara ghaib. Allah SWT berfirman:

“(Dialah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu”. (Q.S. Al-Jin:26)

Jika ada anak memiliki kemampuan indigo atau Extra Sensory Perception (ESP), maka itu bagian dari ujian bagi anak dan orangtuanya.  Namun  jika salah dalam menyikapinya, bisa membahayakan aqidah.

Sebagai sebuah fenomena, tak boleh kita terjebak dalam mempercayai atau mengaminkan hal-hal yang disampaikan oleh orang indigo tentang ramalan, hal-hal yang berbau kemusyrikan, dan lain-lain. Harusnya kita senantiasa fokus kepada ke-Mahabesaran Allah. Kemampuan Indigo ternyata pernah disebutkan dalam Al-Quran.

Indigo bisa bersifat karunia, ditandai dengan Orientasi Tauhidullah

Kemampuan indigo dikaruniakan hanya kepada hamba-hamba Allah yang shaleh, dan mereka membuat orang lain semakin bertauhid dan merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Seperti terjadi pada Nabi Khidir AS yang memperoleh pengetahuan (seperti ilham atau intuisi) dari Allah tanpa proses belajar seperti manusia umumnya.

“Maka mereka berdua (Nabi Musa dan pembantunya) mendapatkan seorang hamba dari hamba-hamba Kami (yaitu nabi khidir), yang telah Kami anugrahi rohmat dan telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami”. (QS. Al-Kahfi: 65)

Terkait dengan perkara ghaib, informasinya mesti ada dan  bersumber dari nash Quran atau pun hadits. Maka sikap kita mesti waspada saat orang dengan kemampuan indigo, menginformasikan hal-hal yang tak ada di kedua nash tersebut,  sebab ini urusannya berat, kamu tak akan kuat, eh, karena ini bisa masuk urusan aqidah.

Terkecuali jika anak indigo menginformasikan gejala sakit dalam tubuhnya yang dia tahu lewat kepekaan sensorinya, serta tak ada unsur yang membahayakan aqidah, hal tersebut masih bisa diterima. Yang mesti diwapadai, indigo bisa menjadi jalan setan untuk merusak aqidah manusia, apalagi partai setan. Seperti yang terungkap dalam firman-Nya:

“Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan, sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapakmu dari surga; ia menanggalkan pakaiannya dari keduanya untuk memperlihatkan –kepada keduanya–‘ auratnya. Sesungguhnya, ia (iblis/setan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya, Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-A’raf: 27).

Cara terbaik menyikapi anak indigo adalah mengarahkan anak tersebut untuk senantiasa taqarrub kepada Allah. Kuatkan keimannya kepada Allah SWT. Allahu a’lam.

 

 

Tuliskan Komentarmu !